Ikhwati Fillah..
Dalam agama kita (Islam) ada tiga unsur yang disebut Islam, Iman dan Ihsan.
Islam oleh Rasulullah saw dalam dialognya kepada Jibril (dalam Hadis Umar ra.) diperkenalkan sebagai rukun Islam yang lima. dan perkara ini pada abad pembukuan (tadwin) ilmu-ilmu Islam dikenal sebagai Ilmu FIKIH.
Iman adalah sebagai rukun Iman yang enam. kemudian secara teori panjang lebar lengkap dengan berbagai firqah2 yang berikhtilaf dalam masalah aqidah ini dibahasa dalam sebuah ilmu yang disebut ilmu TAUHID, AQAID atau ILMU KALAM.
Ihsan, Nabi Muhamad saw dalam hal ini tidak menuturkannya dalam bentuk rukun, melainkan dijelaskan dengan sebuah definisi. Yaitu: “Anda beribadah kepada Allah seolah-olah melihat-Nya, jika tidak melihat-Nya maka DIA tetap melihatmu”. untuk memunculkan spiritual ini yang perangkatnya bukan kepala, tubuh atau kaki, melainkan hati. maka kemudian secara panjang lebar perkara ini di bahasa dalam sebuah bidang yang sejak abad pertengah ke II hijriyah dikenal dengan sebutan Ilmu TASAWUF.
Sejak saat itu dikenallah dalam dunia Islam sepanjang masa -secara umum- bahwa ilmu-ilmu Islam terdapat tiga unsur (diungkap dalam bahasa istilah oleh para ulama Islam).
Islam - Syariah - Fikih
Iman - Aqidah - Tauhid
Ihsan - Akhlak - Tasawuf
Jadi, akhlak atau Tasawuf atau Ihsan, bukan persoalan sampingan atau hal-hal yang bersifat budaya dalam agama Islam. Ia adalah ruh, inti dan denyut kehidupan agama, tanpa ada kebersihan Akhlak itu sama dengan syirik dalam melakukan serangkaian kebaikan dan ketaatan, tanpa niat, dan keikhalasan serta tujuan karena ALLAH (ikhlas).
Jika kita memahami disiplin rangkaian ini, maka kita akan faham juga seberapa urgensinya seorang muslim terhadap kebersihan hati, akhlak dan spritualnya, agar mendapatkan hikmah-hikmah dan berjaya dari seluruh rangkaian aktifitas yang dilakukannya dalam kehidupan di dunia ini hingga kelak di akhirat.
Semakin jelas bahwa menekuni bidang tasawuf atau adab atau akhlaq adalah penekunan terhadap salah satu unsur dasar atau inti dari bidang agama Islam, seperti kita menekuni bidang fikih dan tauhid (apakah melalui Alquran, Hadis atau karya-karya ulama seperti tafsir, syarah Hadis dan pengamalaman akhlak-tasawuf lainnya). bukan sebuah gerakan atau jamaah. seperti munculnya jama’ah Islam belakangan setelah suqut Daulah Islam.
Wallahu’alam.